PADANG | Warga Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, mengeluhkan kondisi gelap gulita di sekitar jalan by-pass setelah matinya lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut. Salah satu tiang listrik PJU yang patah di depan warung Mie Aceh Bunda menjadi penyebab utama terhentinya penerangan malam di lokasi itu, yang kini kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Edi Aceh, pemilik warung Mie Aceh Bunda, mengungkapkan kepada awak media bahwa insiden itu terjadi sekitar sebulan lalu. Ia menuturkan, tiang lampu patah setelah kabelnya tersangkut oleh kendaraan pengangkut sepeda motor yang melintas di jalur tersebut.
“Waktu itu sekitar sebulan lalu, kabelnya tersangkut mobil pengangkut motor, lalu tiangnya patah. Tidak lama setelah itu ada orang yang mengaku dari dinas penerangan jalan umum datang, dan tiang beserta kabelnya dibawa,” jelas Edi Aceh.
Namun hingga kini, lanjutnya, belum ada tanda-tanda penggantian atau perbaikan dari pihak terkait. Akibatnya, kawasan sekitar menjadi gelap total saat malam hari, menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan pengguna jalan.
“Sudah lama lampu tidak nyala, padahal jalan di sini ramai dilalui. Kalau malam gelap sekali, sering juga ada kendaraan hampir bersenggolan karena jarak pandang terbatas,” ujarnya.
Beberapa warga sekitar juga menyampaikan hal serupa. Mereka mengaku kondisi tersebut sangat membahayakan terutama bagi pengendara roda dua yang kerap melintas di malam hari. Selain rawan kecelakaan, situasi gelap juga menimbulkan rasa waswas akan potensi tindak kejahatan.
Seorang warga lainnya menuturkan, sebelumnya kawasan itu termasuk salah satu titik yang cukup terang karena adanya beberapa tiang PJU di sepanjang jalur by-pass Aia Pacah. Namun setelah satu tiang patah dan tidak diperbaiki, efeknya terasa luas karena memengaruhi jaringan listrik di titik lain.
Menanggapi hal tersebut, Edi Aceh berharap Pemerintah Kota Padang segera menindaklanjuti keluhan warga. Ia meminta agar tiang dan lampu penerangan segera diganti, demi keselamatan para pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur vital tersebut.
“Kami harap Pemko bisa segera bertindak. Lampu jalan itu penting untuk keselamatan. Kalau terus dibiarkan, bisa saja terjadi kecelakaan yang lebih parah,” tambahnya.
Selain faktor keselamatan, warga juga menilai keberadaan penerangan jalan sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Usaha seperti warung makan dan bengkel di sepanjang jalan by-pass Aia Pacah mengalami penurunan pengunjung karena kondisi jalan yang gelap.
Edi Aceh menegaskan bahwa dirinya tidak menuntut banyak, hanya meminta agar fasilitas umum yang rusak dapat segera diperbaiki sesuai tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menilai respon cepat dari instansi terkait merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari usaha di pinggir jalan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindakan nyata dari pihak dinas terkait. Mereka berharap tiang dan lampu jalan yang telah patah segera diganti agar penerangan kembali normal, menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi semua pengguna jalan di kawasan Aia Pacah.
Catatan Redaksi:
Media ini berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Perhubungan Kota Padang terkait keluhan warga Aia Pacah, namun hingga berita ini dipublikasikan belum ada tanggapan resmi.
TIM RMO





