Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NEWS

Muhammad Nazaruddin Bentuk PRO RI, Adityo Handoko Pimpin Gerakan Robotika Nasional, Ir. Sutan Hendy Alamsyah dan Wyndoee Dukung Kedaulatan Teknologi Indonesia

34
×

Muhammad Nazaruddin Bentuk PRO RI, Adityo Handoko Pimpin Gerakan Robotika Nasional, Ir. Sutan Hendy Alamsyah dan Wyndoee Dukung Kedaulatan Teknologi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Indonesia memasuki babak baru dalam perjalanan menuju kemandirian teknologi nasional. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), robotika, dan otomatisasi industri yang mengubah wajah dunia, Partai Rakyat Indonesia (PRI) mengambil langkah strategis dengan membentuk organisasi sayap teknologi bernama Pusat Robotika Rakyat Indonesia (PRO RI). Pembentukan organisasi tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional yang berlangsung di Kantor DPP PRI, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

 

Example 300x600

Forum strategis yang dihadiri tokoh teknologi, praktisi digital, komunitas robotika, akademisi, pengurus DPP PRI, serta jajaran Dewan Pimpinan Nasional PRO RI itu menjadi momentum penting yang menandai lahirnya gerakan nasional robotika berbasis rakyat. Kehadiran PRO RI dinilai sebagai langkah nyata dalam memperkuat fondasi teknologi Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Dalam rapat tersebut, Adityo Handoko resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PRO RI, sementara Muhamad Ied dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal PRO RI. Keduanya akan memimpin organisasi yang memiliki visi besar membangun kemandirian teknologi nasional melalui pendidikan, inovasi, pengembangan talenta digital, serta penguatan ekosistem robotika Indonesia.

Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia, Muhammad Nazaruddin, menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi faktor utama yang menentukan kekuatan suatu bangsa pada masa depan. Menurutnya, negara yang mampu menguasai teknologi akan memiliki keunggulan dalam sektor ekonomi, industri, pendidikan, hingga pertahanan.

Ia menilai Indonesia tidak boleh terus berada dalam posisi sebagai pasar teknologi global. Sebaliknya, bangsa ini harus menjadi produsen inovasi yang mampu melahirkan teknologi karya anak bangsa untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun bersaing di tingkat internasional.

“PRI memandang robotika sebagai bagian dari perjuangan kedaulatan bangsa. Negara yang tidak menguasai teknologi akan tertinggal secara ekonomi, industri, bahkan pertahanan. Karena itu PRO RI harus menjadi motor penggerak lahirnya generasi inovator dan pengembang teknologi nasional,” tegas Muhammad Nazaruddin.

Baca Juga:  Upaya Selamatkan Aset Negara, KAI Divre II Sumbar Terima e-Sertipikat dari BPN Kabupaten Sijunjung

Menurutnya, perkembangan AI, robotika, dan otomatisasi industri yang saat ini berlangsung sangat cepat harus dijawab dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Tanpa langkah konkret, Indonesia berpotensi tertinggal dalam persaingan global yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Ketua Umum PRO RI, Adityo Handoko, menegaskan bahwa robotika tidak boleh menjadi ilmu yang hanya dinikmati kelompok tertentu. Teknologi harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat di daerah terpencil.

“Robotika tidak boleh menjadi teknologi elit. PRO RI ingin memastikan anak-anak Indonesia, dari kota sampai desa, memiliki kesempatan belajar coding, AI, dan robotika agar mampu bersaing secara global,” ujar Adityo Handoko.

Menurutnya, PRO RI akan fokus pada pendidikan robotika nasional, pelatihan coding dan kecerdasan buatan, sertifikasi kompetensi teknologi, pengembangan talenta digital, kompetisi robotika, hingga pembentukan komunitas robotika rakyat di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan bahwa kedaulatan bangsa pada era modern tidak hanya berbicara mengenai wilayah dan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan menguasai teknologi. Ketergantungan terhadap teknologi asing harus mulai dikurangi melalui lahirnya inovasi dan pengembangan teknologi dalam negeri.

Dukungan terhadap gerakan nasional robotika tersebut juga datang dari tokoh masyarakat Sumatera Barat, Ir. Sutan Hendy Alamsyah. Ia menilai PRO RI merupakan langkah besar yang harus mendapat dukungan dari seluruh elemen bangsa karena menyangkut masa depan generasi Indonesia.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Kehadiran PRO RI harus menjadi momentum lahirnya generasi pencipta teknologi dari daerah hingga tingkat nasional. Sumatera Barat memiliki banyak talenta muda yang perlu diberikan ruang, pembinaan, dan akses agar mampu bersaing di tingkat dunia. Robotika, coding, dan AI harus menjadi budaya baru bagi generasi penerus bangsa,” ujar Ir. Sutan Hendy Alamsyah.

Baca Juga:  Rahmad Sukendar Apresiasi Penunjukan Komjen Iqbal sebagai Sekjen DPD RI: Akan Bawa Napas Baru untuk Perkuat Aspirasi Daerah

Menurutnya, daerah-daerah di Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi apabila mendapatkan dukungan yang tepat. Oleh karena itu, keberadaan PRO RI diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.

Sekretaris Jenderal PRO RI, Muhamad Ied, dalam kesempatan yang sama menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendidikan teknologi dan robotika nasional melalui berbagai program pendidikan yang berorientasi masa depan.

“Masuknya robotika ke kurikulum pendidikan merupakan keputusan strategis negara. Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun generasi pencipta teknologi,” kata Muhamad Ied.

Ia menegaskan PRO RI siap berkolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, komunitas teknologi, serta berbagai pihak lainnya untuk mempercepat implementasi program robotika dan kecerdasan buatan di seluruh Indonesia.

Dukungan juga datang dari Wyndoee selaku Katim Radjamediaonline Group. Menurutnya, pembentukan PRO RI merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia menghadapi era digital yang berkembang sangat cepat.

“PRO RI hadir pada momentum yang tepat ketika dunia sedang bergerak menuju era kecerdasan buatan, robotika, dan otomatisasi. Kami melihat organisasi ini memiliki potensi besar untuk mendorong lahirnya generasi muda Indonesia yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang mampu bersaing di tingkat global. Pendidikan coding, AI, dan robotika harus menjadi gerakan nasional yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wyndoee.

Ia menilai media massa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya penguasaan teknologi sebagai fondasi kemajuan bangsa. Edukasi yang masif dan berkelanjutan diyakini mampu mempercepat lahirnya budaya inovasi di tengah masyarakat.

“Kedaulatan teknologi adalah salah satu fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu seluruh elemen bangsa, termasuk media, dunia pendidikan, komunitas teknologi, pelaku industri, dan pemerintah harus bergandengan tangan membangun ekosistem inovasi nasional yang kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Radjamediaonline Group siap mendukung penyebarluasan semangat transformasi teknologi yang berpihak kepada kemajuan rakyat Indonesia,” tegas Wyndoee.

Baca Juga:  Jevie Carter Eka Putra ST. MT Resmi Dilantik Sebagai Direktur PDAM Tirta Antokan Kab. Agam Periode 2025 - 2030

Rapat koordinasi nasional tersebut juga menghasilkan keputusan penting terkait pembangunan struktur organisasi PRO RI secara nasional. Organisasi akan membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat provinsi dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat kabupaten serta kota untuk memperluas jangkauan program.

Selain membangun organisasi, PRO RI akan mengembangkan pelatihan teknologi, festival robotika, kompetisi inovasi, pendidikan coding, penguatan komunitas digital, hingga kampanye nasional tentang pentingnya kemandirian teknologi Indonesia.

Pembentukan PRO RI menjadi simbol meningkatnya kesadaran nasional bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan dukungan PRI, para tokoh nasional, komunitas teknologi, dunia pendidikan, media, serta masyarakat luas, PRO RI diharapkan menjadi motor penggerak transformasi teknologi Indonesia menuju negara yang maju, mandiri, dan berdaulat secara teknologi.

Kemajuan sebuah bangsa tidak lagi hanya diukur dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kehadiran PRO RI menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing Indonesia melalui pengembangan robotika, coding, dan kecerdasan buatan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Gerakan ini diharapkan melahirkan generasi inovator baru yang mampu membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

TIM RMO

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *