Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NEWS

Menjemput Energi dari Perut Bumi, Sinergi Adat dan Teknologi di Sumatera Barat

40
×

Menjemput Energi dari Perut Bumi, Sinergi Adat dan Teknologi di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: NightHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 56.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;
Example 468x60

Mitra Pos, Kebutuhan akan energi listrik terus merangkak naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat. Di Sumatera Barat, tantangan ini dijawab dengan langkah berani menuju energi bersih.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Helmi, menekankan bahwa masa depan kelistrikan Ranah Minang terletak pada kekayaan yang tersimpan di bawah kaki kita, Geotermal (Panas Bumi).

Example 300x600

Meskipun potensi geotermal Sumbar termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia, perjalanannya tidak selalu mulus. Kendala utama yang dihadapi saat ini bukanlah teknologi, melainkan kesenjangan informasi. Masih banyak masyarakat yang belum memahami betul betapa besarnya manfaat yang dibawa oleh proyek panas bumi ini bagi kedaulatan energi daerah mereka sendiri.

“Masyarakat kita perlu melihat bahwa geotermal adalah energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar industri, tapi jaminan bahwa listrik di rumah-rumah kita tetap menyala hingga puluhan tahun ke depan tanpa bergantung pada bahan bakar fosil,” ungkap Helmi.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah melalui Dinas ESDM menghimbau agar masyarakat tidak menutup diri terhadap rencana pengembangan ini.

Kami menghimbau masyarakat untuk mengedepankan dialog dan literasi.
Edukasi mengenai bagaimana panas bumi bekerja—yang hanya mengambil uap panas tanpa mengurangi debit air tanah atau merusak hutan secara masif—perlu dipahami sebagai solusi iklim. Pemerintah berkomitmen bahwa setiap proyek yang berjalan harus memberikan dampak langsung (multiplier effect) bagi ekonomi kerakyatan di sekitar lokasi proyek.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam membangun Sumatera Barat adalah pelibatan unsur adat. Sinergi antara Pemerintah Daerah dan dukungan dari para tokoh adat (Niniak Mamak) serta pemuka masyarakat sangatlah vital.

Dalam tatanan masyarakat Minangkabau yang memegang teguh Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, dukungan tokoh adat akan menjadi jaminan bahwa pembangunan energi ini tetap menghormati hak-hak ulayat dan kearifan lokal. Dukungan ini diperlukan agar penambahan daya listrik yang mendesak ini dapat terjamin tanpa menimbulkan konflik sosial.

Baca Juga:  Safari Ramadhan Ke-6 Pemkab Rohul, Wabup Syafaruddin Poti Ajak Perkuat Silaturahmi

Sumbar Sebagai Mercusuar Energi Hijau
Harapan kita ke depan sangat jelas. Melalui pemanfaatan geotermal yang optimal, kita bermimpi melihat Sumatera Barat yang mandiri secara energi.

Harapannya, Sumatera Barat tidak hanya menjadi penonton dalam transisi energi global, tetapi menjadi pelaku utama yang mampu menyediakan listrik murah, bersih, dan stabil bagi industri, pendidikan, hingga rumah tangga. Dengan dukungan kolektif dari pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat, krisis energi di masa depan dapat kita cegah sejak hari ini. **

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *