Sumatera Barat | Kembali maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah Sumatera Barat menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Ketua Team Garuda 08 DPW Sumatera Barat, Zamzami Edwar, akhirnya angkat bicara menyikapi fenomena tersebut yang disebut terjadi pasca kunjungan anggota DPR RI Andre Rosiade ke daerah.
Zamzami menilai kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, kunjungan tokoh nasional sebelumnya sempat memunculkan harapan publik bahwa praktik PETI dapat ditekan secara serius dan berkelanjutan, bukan hanya mereda sementara.
“Yang menjadi pertanyaan publik hari ini, mengapa setelah adanya perhatian besar dan kunjungan langsung, aktivitas PETI justru kembali mencuat di lapangan,” ujar Zamzami.
Ia menegaskan bahwa PETI bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan lingkungan yang berdampak luas. Kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga ancaman terhadap mata pencaharian masyarakat sekitar menjadi konsekuensi nyata dari pembiaran aktivitas tersebut.
Zamzami menekankan bahwa penanganan PETI tidak boleh bersifat seremonial atau musiman, apalagi hanya menguat ketika ada sorotan publik atau pejabat pusat yang turun langsung ke daerah.
“Pemberantasan PETI harus konsisten. Tidak boleh berhenti ketika perhatian publik mulai mereda,” tegasnya.
Sebagai bagian dari Team Garuda 08 DPW Sumbar, Zamzami mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar bertindak tegas dan adil tanpa pandang bulu terhadap seluruh pelaku PETI, baik di lapangan maupun pihak-pihak yang diduga berada di belakangnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap PETI akan berdampak serius terhadap wibawa hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Ketika hukum terlihat tumpul ke atas dan tajam ke bawah, maka keresahan sosial sulit dihindari.
Zamzami menilai, setelah Andre Rosiade menyuarakan persoalan PETI secara terbuka, seharusnya diikuti dengan langkah konkret, terukur, dan berkesinambungan, bukan justru muncul kembali aktivitas serupa di berbagai titik.
Menurutnya, pemberantasan PETI membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta elemen masyarakat agar upaya penindakan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Selain pendekatan hukum, Zamzami juga menekankan pentingnya solusi ekonomi bagi masyarakat sekitar tambang. Tanpa alternatif mata pencaharian yang jelas, praktik PETI akan terus berulang.
Ia pun mengajak tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen warga untuk tidak takut melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas PETI di wilayah masing-masing demi menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
Zamzami optimistis, dengan komitmen bersama dan penegakan hukum yang konsisten, Sumatera Barat dapat terbebas dari praktik PETI yang selama ini merusak alam dan merugikan negara.
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan keterangan narasumber dan bertujuan mendorong penegakan hukum serta kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
TIM



















