PASAMAN BARAT | Kekhawatiran warga Nagari Talu, Kecamatan Talamau, terhadap keselamatan akses vital penghubung Talu–Kajai memuncak. Jalan di kawasan Polongan Enam yang mengalami abruk dan retak parah membuat masyarakat secara tegas melarang kendaraan bermuatan berat melintas, Selasa (24/12).
Larangan itu bukan tanpa alasan. Kondisi badan jalan yang sudah amblas dinilai sangat rawan dan berpotensi putus total jika terus dilalui kendaraan bertonase besar. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial.
Pada hari kejadian, warga menghentikan satu unit mobil pengangkut alat berat yang hendak melintasi jalur tersebut di Jorong Merdeka Pasar Usang. Masyarakat meminta sopir tidak memaksakan perjalanan karena keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan akses menjadi taruhannya.
“Kalau jalan ini putus, dampaknya bisa berbulan-bulan. Aktivitas masyarakat lumpuh,” ungkap salah seorang warga dalam musyawarah di lokasi.
Menanggapi hal itu, sopir dan operator alat berat menjelaskan bahwa alat tersebut sebelumnya digunakan untuk penanganan bencana longsor di Batang Tinggam dan rencananya akan dikembalikan ke PT LIN. Mereka juga menyampaikan bahwa penanggung jawab alat sedang menuju lokasi untuk mencari solusi.
Tak berselang lama, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasaman Barat hadir dan memberikan penjelasan. Ia menyebutkan bahwa alat berat tersebut memang masih dibutuhkan untuk penanganan bencana, termasuk rencana pembukaan jalur alternatif Bukit Bangkok yang tembus ke Jembatan Panjang.
Musyawarah pun berlangsung cukup alot. Masyarakat mengusulkan agar alat berat dialihkan melalui jalur alternatif Bukit Bangkok, dengan catatan melewati jalan rabat beton secara hati-hati. Warga bahkan menyarankan penggunaan papan dan ban sebagai alas roda untuk meminimalkan risiko kerusakan jalan.
Hasilnya, dicapai kesepakatan bersama.
Alat berat dialihkan melalui jalur alternatif Bukit Bangkok menuju Jembatan Panjang. Pihak pengelola alat juga menyepakati pembayaran uang rolling kepada masyarakat setempat sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Meski demikian, sebagian warga tetap menyatakan keberatan apabila alat berat melintas di atas jalan rabat beton.
Menanggapi hal itu, penanggung jawab alat menyatakan siap bertanggung jawab penuh apabila terjadi kerusakan atau cacat pada jalan yang dilalui.
Komitmen tersebut disampaikan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh Wali Nagari Talu serta masyarakat yang hadir di lokasi pada sore hari itu.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Polongan Enam, mengingat kondisi jalan yang masih abruk dan retak demi keselamatan bersama.
TIM





