PADANG | Masjid Nurul Jannah di Pasar Gaung, Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (16/2/2026) malam, dipenuhi ratusan jamaah yang mengikuti zikir, tausiah, dan doa bersama dalam suasana khidmat menyambut bulan suci Ramadhan. Di balik kuatnya kebersamaan itu, Ketua LPM Gates Nan XX, Syafrizal Koto, tampil sebagai figur sentral yang menguatkan dukungan masyarakat terhadap gerakan pemuda berbasis masjid.
Sebagai Ketua LPM, Syafrizal Koto memandang kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi sebagai momentum strategis mempererat silaturahmi warga dan memperkokoh nilai kebersamaan di tengah dinamika kehidupan perkotaan. Perannya terlihat aktif dalam membangun sinergi antara pemuda, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintahan.
Kegiatan yang digagas Ketua Pemuda Gauang Ronal Oktavianus bersama Wakil Ketua Rudi Ardianto, Sekretaris Ayonrahmadnur, dan Bendahara Zulanderas mendapat dukungan penuh dari LPM di bawah kepemimpinan Syafrizal Koto. Ia menilai gerakan tersebut sebagai langkah konkret menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan spiritual.
Dalam keterangannya, Syafrizal Koto menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan gerakan seperti ini.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemuda Gauang. Kegiatan ini bukan hanya ibadah, tetapi juga mempererat silaturahmi warga. Masjid kembali menjadi pusat kebersamaan masyarakat,” ungkap Syafrizal.
Menurutnya, LPM memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kegiatan berbasis nilai keagamaan dan sosial terus tumbuh di lingkungan masyarakat. Ia menilai, ketika masjid hidup, maka kehidupan sosial warga juga akan semakin harmonis.
Kehadiran Wali Kota Padang, H. Fadly Amran, BBA, turut memperkuat legitimasi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Fadly Amran memberikan apresiasi atas semangat generasi muda dalam memakmurkan masjid.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas Pemuda Gauang ini. Zikir, tausiah, dan doa bersama seperti ini menunjukkan bahwa generasi muda kita masih peduli terhadap masjid dan nilai kebersamaan. Gerakan seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Tokoh muda Gates Nan XX, Gevin Apriofaldo Azwin, juga melihat kegiatan tersebut sebagai tanda kebangkitan generasi muda.
“Ini gerakan positif yang harus dijaga. Ketika pemuda kembali ke masjid, maka nilai kebersamaan akan tumbuh,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Pemuda Pampangan Nan XX, Aipda Heru Pramono.
“Kegiatan seperti ini sangat luar biasa. Pemuda Gauang menunjukkan kepedulian terhadap masjid dan lingkungan sosialnya. Ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari dunia usaha melalui PT Padang Raya Cakrawala (PRC) bagian dari Apical Group yang diwakili Yobel Gea.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan moral dan sosial yang harus terus diperkuat,” kata Yobel.
Bagi Syafrizal Koto, kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi kekuatan utama keberlanjutan gerakan sosial berbasis masjid. Ia menekankan bahwa LPM akan terus membuka ruang sinergi demi menjaga kekompakan masyarakat.
Saat lantunan zikir menggema dan jamaah larut dalam doa, Syafrizal Koto terlihat duduk bersama warga tanpa sekat. Momen itu menjadi simbol bahwa kepemimpinan di tingkat masyarakat lahir dari kedekatan dan keterlibatan langsung.
Malam itu, Masjid Nurul Jannah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang konsolidasi sosial. Di bawah dukungan LPM yang dipimpin Syafrizal Koto, semangat kebersamaan di Gauang kembali ditegaskan sebagai fondasi membangun lingkungan yang religius dan harmonis.
Catatan Redaksi: Peran Ketua LPM Gates Nan XX, Syafrizal Koto, dalam menguatkan dukungan terhadap gerakan pemuda masjid menunjukkan pentingnya kepemimpinan komunitas dalam menjaga kesinambungan nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat.
WYNDOEE



















