Agam, Selasa 16 September 2025, Mitra Pos | Setelah lima hari penuh harap, cemas, dan doa, penantian keluarga serta warga Sungai Batang berakhir dengan duka. Dodi Prinando (40), seorang nelayan sekaligus kepala keluarga dari Sungai Batang, Kabupaten Agam, akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa di perairan Danau Maninjau, Selasa pagi (16/9) sekitar pukul 07.00 WIB.
Jasad Dodi terlihat mengapung di sekitar area keramba jaring apung (KJA), lokasi yang memang menjadi titik utama aktivitas nelayan setempat. Penemuan itu segera dilaporkan warga kepada tim pencarian, dan tak lama kemudian Tim SAR gabungan datang melakukan evakuasi.
Evakuasi Dramatis di Danau
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, yang memimpin langsung operasi, menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan penuh kehati-hatian. “Korban berhasil kita angkat dari perairan Danau Maninjau dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Maninjau untuk dilakukan visum,” ungkapnya.
Suasana haru pecah saat jasad Dodi dibawa ke tepi danau. Beberapa keluarga korban yang ikut menyaksikan proses evakuasi tak kuasa menahan tangis. Mereka segera berpelukan, saling menguatkan di tengah duka yang mendalam.
Hilang Sejak Menyelam di Hari Jumat
Dodi sebelumnya dilaporkan hilang pada Jumat (12/9) setelah melakukan penyelaman mencari ikan di danau bersama rekannya, Awaluddin. Sejak itu, tidak ada kabar keberadaannya, hingga membuat warga resah dan keluarga panik.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Agam, TNI-Polri, BASARNAS Pos Pasaman, dan dibantu masyarakat setempat, langsung bergerak melakukan pencarian intensif. Upaya dilakukan siang dan malam dengan perahu karet, penyelaman manual, hingga penyisiran di sekitar keramba.
“Pencarian ini cukup melelahkan karena kondisi danau yang luas dan arus bawah yang cukup kuat. Namun berkat kerja sama semua pihak, korban akhirnya berhasil ditemukan,” ujar Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Abdul Malik menegaskan, dengan ditemukannya jasad Dodi, operasi SAR resmi ditutup. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian. “Tanpa dukungan masyarakat dan instansi terkait, operasi ini tidak akan berjalan maksimal,” tambahnya.
Duka Mendalam Menyelimuti Sungai Batang
Kabar ditemukannya Dodi segera menyebar cepat di kampung halamannya, Sungai Batang. Warga berbondong-bondong datang ke rumah duka untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga.
Bagi keluarga, lima hari penantian itu terasa sangat panjang. Harapan agar Dodi ditemukan selamat pupus sudah. Sejumlah kerabat bahkan sempat berdoa di tepi Danau Maninjau setiap malam sejak ia dinyatakan hilang. Kini, duka menyelimuti seluruh keluarga besar.
Meski penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum dari pihak medis, keluarga akhirnya bisa mengikhlaskan kepergian Dodi. Rencananya, jenazah akan segera disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan di pemakaman keluarga setempat.
Pesan dari Peristiwa Ini
Kejadian yang menimpa Dodi kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas nelayan di Danau Maninjau penuh risiko. Kedalaman danau, arus bawah yang kuat, serta padatnya keramba jaring apung sering kali menjadi tantangan besar bagi para nelayan tradisional.
Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di danau, khususnya ketika menyelam mencari ikan. Tragedi ini diharapkan menjadi pelajaran berharga agar keselamatan selalu diutamakan.
Kini, Danau Maninjau kembali sunyi setelah hiruk pikuk pencarian beberapa hari terakhir. Namun, kisah tentang perjuangan menemukan Dodi Prinando akan selalu diingat sebagai cerita tentang kerja sama, solidaritas, dan duka mendalam yang menyentuh hati masyarakat Agam.
( ap kari )



















