Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NEWS

Ekuador Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

21
×

Ekuador Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rabat Mitra Pos, | Dukungan internasional terhadap penyelesaian sengketa wilayah Sahara kembali menguat. Pemerintah Ekuador secara resmi menegaskan dukungannya terhadap inisiatif otonomi yang diajukan oleh Maroko sebagai solusi utama atas konflik yang telah berlangsung lama di Sahara Barat.

Penegasan tersebut dituangkan dalam komunike bersama yang ditandatangani di Rabat pada Jumat, 17 April 2026, menyusul pertemuan antara Menteri Luar Negeri Ekuador, Gabriela Sommerfeld, dan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita.

Example 300x600

Dalam pernyataan itu, Ekuador menilai bahwa skema otonomi di bawah kedaulatan Maroko merupakan solusi yang paling serius, kredibel, dan realistis untuk mengakhiri perselisihan regional tersebut. Negara Amerika Latin itu juga menyambut baik adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 (2025) oleh Dewan Keamanan PBB, yang dinilai memperkuat arah penyelesaian konflik secara damai dan berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret, Ekuador berencana memperluas jangkauan layanan konsulernya hingga ke wilayah Sahara yang berada di bawah administrasi Maroko. Kebijakan ini dipandang sebagai bentuk pengakuan terhadap realitas di lapangan sekaligus dukungan terhadap integritas teritorial Maroko.


Penguatan Kemitraan Ekonomi Lintas Benua

Selain isu politik, kunjungan Menlu Sommerfeld juga menandai penguatan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Ekuador melihat Maroko sebagai gerbang strategis untuk memasuki pasar Afrika, sementara Maroko memandang Ekuador sebagai mitra penting di kawasan Amerika Latin.

Dalam pertemuan dengan Menteri Industri dan Perdagangan Maroko, Ryad Mezzour, kedua pihak membahas peluang integrasi produk-produk Ekuador ke dalam rantai nilai Afrika melalui pusat logistik Maroko.

Sommerfeld turut mengapresiasi kepemimpinan Raja Mohammed VI, terutama berbagai inisiatif strategis seperti pembukaan akses Samudra Atlantik bagi negara-negara Sahel serta pengembangan proyek pipa gas Afrika–Atlantik. Maroko dinilai sebagai aktor penting dalam stabilitas kawasan dan mitra potensial dalam menghadapi tantangan global, termasuk terorisme dan kejahatan lintas negara.

Baca Juga:  Cek One Way Nasional di KM 70 Cikatama, Kapolri: Ada Peningkatan tapi Tetap Lancar

Dukungan dari Indonesia

Di Indonesia, langkah diplomatik ini mendapat sambutan positif dari Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma). Ia menilai dukungan Ekuador sebagai momentum penting dalam mendorong penyelesaian damai konflik Sahara.

“Pengakuan terhadap inisiatif otonomi Maroko merupakan langkah yang cerdas dan realistis demi stabilitas kawasan. Perdamaian adalah fondasi utama bagi kemakmuran ekonomi dan perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Wilson juga menekankan bahwa penyelesaian konflik melalui dialog serta penghormatan terhadap kedaulatan wilayah merupakan kunci untuk menghindari konflik berkepanjangan yang merugikan masyarakat sipil.


Menuju Stabilitas dan Kepastian Politik

Komunike bersama tersebut menegaskan komitmen Ekuador dan Maroko untuk memperkuat hubungan bilateral dalam jangka panjang. Rencana kunjungan Duta Besar Ekuador ke wilayah Sahara dalam waktu dekat diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.

Langkah Ekuador ini semakin memperkuat posisi Maroko di tingkat internasional, sekaligus mendorong terciptanya stabilitas dan kepastian politik di kawasan Sahara. Sinergi kedua negara juga menjadi contoh bagaimana diplomasi dapat menjembatani kerja sama lintas benua demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.( Li )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *