AGAM | Enam bulan setelah bencana longsor dan banjir bandang mengguncang Kabupaten Agam, Pemerintah Kabupaten Agam mulai membuka gambaran besar mengenai kondisi daerah saat ini. Melalui forum jumpa pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Agam bersama wartawan wilayah Agam Barat, Jumat (22/5/2026), Bupati Agam Beni Warlis memaparkan langsung perkembangan pemulihan daerah, mulai dari infrastruktur hingga kondisi ekonomi masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu bukan sekadar agenda seremonial. Di hadapan para insan pers, Beni Warlis menegaskan bahwa pemerintah daerah terus bergerak mempercepat proses pemulihan pascabencana yang sempat melumpuhkan sejumlah wilayah di Agam. Ia menyebut, berbagai sektor mulai menunjukkan perkembangan positif meski pekerjaan besar masih terus berjalan.
Didampingi Sekretaris Daerah serta sejumlah kepala OPD, Bupati menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menangani dampak bencana. Menurutnya, kekompakan antar perangkat daerah menjadi salah satu faktor utama yang membuat penanganan di lapangan berjalan lebih terarah dibandingkan masa awal bencana.
“Pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua OPD bergerak bersama agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ungkap Beni Warlis di hadapan wartawan.
Dalam pemaparannya, ia juga menyinggung besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap Kabupaten Agam pascabencana. Dukungan dari kementerian hingga lembaga pusat disebut sangat membantu percepatan penanganan darurat, rehabilitasi, hingga pembangunan kembali sejumlah fasilitas yang rusak akibat terjangan banjir bandang dan longsor.
Beni Warlis menilai sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi fondasi penting agar bantuan tidak hanya cepat turun, tetapi juga tepat sasaran. Ia memastikan pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan pengawasan agar proses pemulihan berjalan maksimal.
Tak hanya membahas pembangunan fisik, Bupati Agam juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Ia mengakui masih banyak warga yang membutuhkan dukungan, terutama dalam pemulihan usaha dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Di sisi lain, suasana jumpa pers juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers Agam Barat. Dalam kesempatan itu, Beni Warlis menyampaikan apresiasi atas kontribusi media yang dinilai konsisten menyampaikan informasi sekaligus kritik membangun kepada pemerintah.
Menurutnya, media memiliki posisi penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia bahkan menegaskan bahwa pemberitaan dari lapangan sering menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam mengambil kebijakan.
“Media bukan hanya menyampaikan berita, tapi juga menjadi kontrol sosial. Dari pemberitaan, kami bisa mengetahui apa yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Diskominfo Agam berharap pertemuan tersebut menjadi awal komunikasi yang lebih intens dan terbuka antara pemerintah daerah dengan wartawan lokal. Dengan hubungan yang baik, informasi terkait pembangunan, pelayanan publik, hingga proses pemulihan pascabencana diharapkan dapat tersampaikan secara akurat, cepat, dan berimbang kepada masyarakat luas.
TIM



















