SINURUIK, PASAMAN BARAT | Proyek pembangunan lapangan bola di Jorong Kemajuan, Nagari Sinuruik, Kelok Pinang, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga menilai hasil pekerjaan tidak sesuai harapan dan jauh dari kebutuhan nyata pemuda setempat yang selama ini menjadikan lapangan tersebut sebagai ruang aktivitas olahraga, Sinuruik Minggu 16 November 2025.
Sejumlah warga mengaku kecewa setelah melihat gambar perencanaan sekaligus realisasi proyek yang dinilai terlalu minim. Pagar besi yang dibangun hanya mencakup sebagian kecil sisi lapangan. Bahkan, beberapa warga berseloroh bahwa bentuk pagar tersebut “lebih mirip jemuran kain” daripada fasilitas penunjang olahraga.
Keluhan serupa juga datang dari para pemain bola. Mereka mengatakan bahwa dua sisi belakang gawang justru menjadi titik paling membutuhkan pagar pengaman. Tanpa pagar penghalang, bola kerap keluar jauh hingga melintasi tebing lurah di bagian belakang lapangan, menyulitkan pemain dan berpotensi menimbulkan risiko.
Proyek pembangunan lapangan ini menggunakan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai kontrak Rp 89.772.775,14. Pelaksana pekerjaan adalah CV Helang Pratama, yang beralamat di Jorong Batang Biyu, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman.
Ketika dikonfirmasi, salah seorang perwakilan dari pihak pelaksana menjelaskan bahwa mereka bekerja sesuai gambar resmi dari Dinas Pemuda dan Olahraga. “Kami menerima gambar dari kantor Dispora. Jadi kami mengerjakan sesuai gambar tersebut,” ujarnya.
Namun, masyarakat tetap menilai hasilnya belum menjawab persoalan utama. Menurut warga, dengan anggaran hampir Rp 90 juta, seharusnya fasilitas dasar seperti pagar keliling lapangan bisa diwujudkan, terutama yang berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan pemain.
Keluhan paling banyak datang terkait pemasangan pagar besi yang dianggap tidak memiliki fungsi signifikan. “Pagar itu seperti dibuat untuk jemuran kain saja. Tidak mengelilingi lapangan dan tidak ada manfaatnya,” ungkap salah seorang warga.
Saat dihubungi media melalui WhatsApp, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Pasaman Barat menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan masyarakat. “Proyek itu belum selesai. Nanti kita bahas lagi dengan konsultan terkait kebutuhan pagar lapangan, agar sesuai harapan pemuda. Awal pembangunannya pun merupakan usulan dari salah seorang pemuda,” terangnya.
Dari pihak pemuda setempat, harapan terbesar mereka adalah adanya pagar besi yang mengelilingi lapangan agar waring dapat dipasang secara layak. Selama ini mereka masih menggunakan bambu sebagai penyangga waring, dan kondisi tersebut tidak berubah meski proyek pembangunan telah dilaksanakan. “Kalau seperti ini, kami masih butuh bambu. Lapangan tidak terlihat rapi, dan bola tetap sering keluar serta rusak,” ujar seorang pemuda.
Meskipun beberapa bagian pekerjaan seperti pembangunan jenjang dan dam tebing dinilai sudah baik, warga tetap menyayangkan minimnya pagar pengaman yang dianggap sebagai kebutuhan paling mendesak. “Bagian belakang gawang yang jadi masalah dari dulu belum teratasi,” tambahnya.
Pada akhirnya, sejumlah warga merasa lapangan yang seharusnya menjadi fasilitas olahraga masyarakat masih jauh dari harapan. Mereka meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi dan peninjauan kembali perencanaan serta pelaksanaan proyek.
Proyek lapangan bola di Jorong Kemajuan kini menjadi perhatian publik terkait pentingnya transparansi, kualitas, dan efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Sampai berita ini diturunkan, keterangan dihimpun dari keluhan warga setempat yang berharap memiliki lapangan sepak bola yang lebih layak dan representatif untuk aktivitas olahraga di Jorong Kemajuan, Nagari Sinuruik.
Catatan Redaksi:
Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak terkait apabila terdapat temuan atau informasi tambahan yang perlu diluruskan. Silakan menghubungi redaksi untuk memberikan penjelasan resmi.
(Tim)
Anggaran Hampir Rp 90 Juta, Pagar Lapangan Dianggap “Tak Ada Manfaat”





