Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NEWS

SMPN 2 PADANG, DINA AYUDIA, M.KOM., BANGUN BENTENG GENERASI MUDA LEWAT GIAT ANANDA BERSINAR BNNP SUMBAR DI HOTEL AXANA, 18 SISWA TURUT AMBIL BAGIAN

44
×

SMPN 2 PADANG, DINA AYUDIA, M.KOM., BANGUN BENTENG GENERASI MUDA LEWAT GIAT ANANDA BERSINAR BNNP SUMBAR DI HOTEL AXANA, 18 SISWA TURUT AMBIL BAGIAN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SMPN 2 PADANG | Masa depan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh nilai rapor dan prestasi di ruang kelas. Lebih dari itu, masa depan mereka juga bergantung pada lingkungan pergaulan, kemampuan mengambil keputusan, serta keberanian mengatakan tidak terhadap sesuatu yang dapat menghancurkan kehidupan. Kesadaran inilah yang menjadi bagian penting dalam Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA BERSINAR) Goes To School yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Kamis, 5 November 2026, di Hotel Axana Padang. Di tengah ancaman narkotika yang dapat menyasar siapa saja, SMP Negeri 2 Padang menjadi salah satu dari 15 sekolah di Kota Padang yang mendapatkan undangan untuk mengambil bagian dalam gerakan perlindungan generasi muda tersebut.

Di bawah kepemimpinan Kepala SMPN 2 Padang, Dina Ayudia, M.Kom., sekolah ini mengikutsertakan 18 siswa sebagai peserta kegiatan. Tidak sekadar mengirimkan perwakilan, sekolah juga menugaskan dua guru untuk mendampingi mereka, yakni Harry Kurniawan, S.Pd., dan Jefri Sarhan, S.Pd. Keterlibatan kedua guru tersebut menjadi bagian dari perhatian sekolah agar para siswa memperoleh pendampingan selama mengikuti kegiatan edukasi antinarkotika.

Example 300x600

Kepada awak media ini melalui komunikasi WhatsApp, pihak SMPN 2 Padang menyampaikan bahwa sebanyak 18 siswa mengikuti kegiatan ANANDA BERSINAR sesuai jumlah peserta didik yang diminta dalam undangan BNNP Sumbar. Mereka didampingi dua guru yang telah ditugaskan untuk membantu kelancaran kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada para pelajar.

Langkah SMPN 2 Padang ini membawa pesan penting: anak-anak tidak boleh dibiarkan menghadapi ancaman narkotika sendirian. Mereka membutuhkan orang dewasa yang peduli, guru yang bersedia mendengarkan, serta lingkungan pendidikan yang mampu memberikan perlindungan. Harry Kurniawan, S.Pd., dan Jefri Sarhan, S.Pd., menjadi bagian dari pendampingan tersebut, sehingga keikutsertaan siswa bukan hanya sebatas menghadiri sebuah acara, tetapi juga menjadi kesempatan memperoleh pembelajaran yang bermakna.

Baca Juga:  Mostbet onlayn kazino O‘zbekistonda - xavfsizlik va litsenziya

Bagi dunia pendidikan, persoalan narkotika bukan sekadar masalah hukum atau pelanggaran aturan. Di balik setiap penyalahgunaan narkotika terdapat risiko rusaknya kesehatan, hilangnya kesempatan belajar, terganggunya hubungan keluarga, bahkan pupusnya cita-cita seorang anak. Karena itu, pembekalan sejak usia sekolah menjadi langkah penting agar peserta didik mampu mengenali bahaya, memahami konsekuensi, dan tidak mudah terbujuk oleh pengaruh lingkungan yang salah.

Gerakan ANANDA BERSINAR yang digagas BNNP Sumbar mengajak lingkungan pendidikan untuk tidak menunggu sampai seorang pelajar menjadi korban. Pencegahan harus dimulai melalui pengetahuan yang benar, pembentukan karakter, komunikasi yang sehat, serta keberanian untuk melaporkan atau meminta pertolongan ketika menghadapi situasi berisiko. Pesan ini penting agar para siswa memahami bahwa menolak narkotika bukan sekadar mengikuti aturan, melainkan melindungi diri dan masa depan sendiri.

Berdasarkan surat undangan resmi BNNP Sumbar tertanggal 28 Oktober 2026, SMPN 2 Padang tercantum bersama 14 sekolah lainnya, yakni SMPN 1, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 11, SMPN 17, SMPN 20, SMPN 24, SMPN 25, SMPN 33, SMPN 39, SMPN 40, dan SMPN 47 Padang. Setiap sekolah diminta menghadirkan 20 perwakilan, terdiri atas dua guru pendamping serta 18 siswa dan siswi. Apabila seluruh sekolah memenuhi kuota tersebut, kegiatan ini direncanakan melibatkan 300 peserta.

Program ANANDA BERSINAR di bawah kepemimpinan Kepala BNNP Sumatera Barat, Toton Rasyid, S.H., M.H., menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Gerakan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Dalam pelaksanaannya, sinergi antara BNN, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk membangun perlindungan yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Dukungan Tokoh Adat Mengalir untuk Proyek Revitalisasi Sungai Veteran Banjarmasin: Harapan Baru bagi Kota dan Warga

SMPN 2 Padang melalui keterlibatan 18 siswanya diharapkan dapat membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman mengikuti kegiatan. Pengetahuan yang diperoleh perlu menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berhadapan dengan ajakan, tekanan teman sebaya, maupun lingkungan yang berpotensi menjerumuskan. Para siswa juga diharapkan mampu menyebarkan pemahaman positif kepada teman-teman lainnya sehingga semangat antinarkotika tumbuh dari lingkungan pelajar sendiri.

Di sinilah pentingnya peran seorang guru dan sekolah. Pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan mata pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan, membangun keberanian, dan menjaga anak-anak agar tidak kehilangan arah. Anak yang merasa diperhatikan akan lebih mudah membuka diri ketika menghadapi persoalan. Karena itu, keterlibatan Harry Kurniawan, S.Pd., dan Jefri Sarhan, S.Pd., sebagai pendamping menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman dan perhatian bagi peserta didik.

Pada akhirnya, perang melawan narkotika tidak bisa dibebankan hanya kepada BNN maupun aparat penegak hukum. Orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat harus berjalan bersama. Sebab, satu anak yang berhasil diselamatkan dari narkotika berarti satu masa depan yang tetap memiliki harapan. Melalui dukungan Kepala SMPN 2 Padang, Dina Ayudia, M.Kom., serta keterlibatan 18 siswa bersama dua guru pendamping dalam ANANDA BERSINAR BNNP Sumbar di Hotel Axana, Kamis (5/11/2026), tersampaikan sebuah pesan kuat: lindungi anak-anak hari ini agar mereka tidak kehilangan masa depan esok hari. Jangan beri ruang bagi narkotika untuk merampas mimpi generasi muda Indonesia.

Katim RMO Group | Wyndoee

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *