Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NEWS

Bukan Sekadar Seremonial, Noverilan, M.Pd. Kawal 23 Siswa SMPN 6 Padang Bangun Benteng Diri dari Ancaman Narkoba

14
×

Bukan Sekadar Seremonial, Noverilan, M.Pd. Kawal 23 Siswa SMPN 6 Padang Bangun Benteng Diri dari Ancaman Narkoba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SMPN 6 PADANG | Masa depan generasi muda bisa berubah hanya karena satu keputusan yang keliru. Satu ajakan, satu rasa penasaran, atau satu pergaulan yang salah berpotensi membuka jalan menuju kehancuran. Ancaman narkotika bukan sekadar persoalan zat terlarang, melainkan bahaya yang dapat merenggut kesehatan, memutus pendidikan, menghancurkan keluarga, bahkan memadamkan cita-cita anak bangsa. Di tengah tantangan itulah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat menghadirkan Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA BERSINAR) Goes To School, Kamis, 5 November 2026, di Hotel Axana Padang. Di antara sekian banyak sekolah menengah pertama di Kota Padang, SMP Negeri 6 Padang menjadi salah satu dari 15 sekolah yang memperoleh undangan resmi untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

Bukan sekadar memenuhi undangan, SMPN 6 Padang membawa keterlibatan nyata dengan mengikutsertakan 23 peserta didik. Kepala SMPN 6 Padang, Noverilan, M.Pd., memastikan para siswa mendapatkan pendampingan dari dua tenaga pendidik yang ditugaskan sekolah, yakni Linda Nofera, S.Pd., dan Firda, S.Pd. Keterlibatan kedua guru tersebut menjadi bagian dari pengawasan sekaligus dukungan agar para pelajar dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menyerap materi yang disampaikan.

Example 300x600

Jumlah 23 siswa itu bukan tanpa proses. Dalam komunikasi melalui WhatsApp dengan awak media ini, Noverilan menjelaskan bahwa semula sekolah diminta mengirimkan 18 siswa. Namun, setelah BNNP Sumbar meminta tambahan lima peserta, jumlah perwakilan SMPN 6 Padang bertambah menjadi 23 siswa. Artinya, ada lima pelajar tambahan yang memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembekalan mengenai bahaya narkotika.

“Jumlah siswa kita yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 23 orang. Ada penambahan lima orang dari jumlah yang diminta sebelumnya,” ujar Noverilan kepada awak media ini melalui WhatsApp, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga:  Menjaga Keselamatan Penumpang Jelang Nataru, KAI Divre II Sumbar Perkuat P4GN

Di balik keikutsertaan tersebut, terdapat tanggung jawab besar yang tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Linda Nofera, S.Pd., dan Firda, S.Pd., dipercaya mendampingi para siswa selama mengikuti agenda di Hotel Axana Padang. Kehadiran guru pendamping menjadi penting karena edukasi antinarkotika tidak cukup hanya didengar, tetapi harus dipahami, direnungkan, dan dibawa pulang sebagai bekal menghadapi kehidupan sehari-hari.

Bagi Noverilan, perlindungan peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab pendidikan. Sekolah tidak boleh hanya sibuk mengejar capaian akademis, sementara ancaman terhadap keselamatan dan masa depan anak-anak diabaikan. Pelajar harus dibekali kemampuan mengenali bahaya, memilah pergaulan, serta mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi tekanan lingkungan.

“Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan, pemahaman, serta edukasi yang baik mengenai bahaya narkotika. Bagi kami, melindungi peserta didik bukan hanya tanggung jawab sekolah dalam proses belajar mengajar, tetapi juga menjaga mereka agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan,” ungkap Noverilan kepada awak media ini.

Pesan yang disampaikan Kepala SMPN 6 Padang itu memiliki makna lebih luas. Pencegahan tidak boleh berhenti pada spanduk, slogan, ataupun kegiatan penyuluhan sesaat. Anak-anak harus memahami bahwa narkotika bukan jalan keluar dari persoalan, bukan pula sesuatu yang pantas dicoba karena rasa ingin tahu. Sekali terjerumus, dampaknya dapat menjalar ke berbagai sisi kehidupan. Karena itu, keberanian menolak harus ditanamkan sebelum seorang pelajar berhadapan langsung dengan godaan tersebut.

“Kami tidak ingin pencegahan narkotika hanya menjadi slogan atau kegiatan seremonial. Anak-anak harus benar-benar memahami bahwa narkotika dapat menghancurkan pendidikan, cita-cita, bahkan masa depan mereka. Sekolah harus hadir memberikan pembinaan dan perlindungan sejak dini. Kami berharap para siswa mampu menjadi pelopor bagi teman-temannya untuk berani mengatakan tidak terhadap narkotika. Jangan sampai kita terlambat bertindak ketika generasi penerus sudah menjadi korban,” tegasnya.

Baca Juga:  Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum: "Dengan adanya peningkatan arus kendaraan dari awal, dapat mengurai kepadatan arus sebelum memasuki masa puncak arus mudik"

Berdasarkan surat undangan resmi BNNP Sumbar tertanggal 28 Oktober 2026, SMPN 6 Padang tercantum bersama 14 sekolah lainnya, yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 7, SMPN 11, SMPN 17, SMPN 20, SMPN 24, SMPN 25, SMPN 33, SMPN 39, SMPN 40, dan SMPN 47 Padang. Dalam ketentuan awal, setiap sekolah diminta mengirimkan 20 perwakilan yang terdiri atas dua guru pendamping dan 18 siswa. Jika seluruh sekolah memenuhi kuota awal tersebut, jumlah peserta mencapai 300 orang. Khusus SMPN 6 Padang, jumlah siswa kemudian bertambah menjadi 23 orang sesuai permintaan tambahan dari BNNP Sumbar.

Gerakan ANANDA BERSINAR yang digerakkan BNNP Sumbar di bawah kepemimpinan Kepala BNNP Sumatera Barat, Toton Rasyid, S.H., M.H., menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan pencegahan narkotika di kalangan anak dan remaja. Langkah ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang menjadi landasan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Penanganan ancaman tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya BNN dan aparat penegak hukum, tetapi juga institusi pendidikan, orang tua, serta lingkungan sosial.

Di lingkungan sekolah, guru memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik. Perhatian terhadap perubahan perilaku, komunikasi yang terbuka, serta pembinaan karakter dapat menjadi bagian dari deteksi dini terhadap persoalan yang dihadapi pelajar. Anak-anak harus merasa memiliki tempat untuk bercerita ketika menghadapi tekanan, ancaman, maupun ajakan yang berpotensi menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkotika.

Keikutsertaan 23 siswa SMPN 6 Padang bersama Linda Nofera, S.Pd., dan Firda, S.Pd., di Hotel Axana Padang diharapkan melahirkan dampak yang lebih panjang daripada sekadar pengalaman mengikuti sebuah kegiatan. Para pelajar diharapkan menjadi pembawa pesan positif di sekolah dan lingkungan pergaulannya. Pengetahuan yang diperoleh harus berubah menjadi sikap, keberanian harus tumbuh menjadi tindakan, dan kepedulian harus menjelma menjadi budaya saling menjaga.

Baca Juga:  Silaturahmi Hangat Kapolsek IPTU Arfinus dan Wakapolsek IPDA Rismaizal dengan Insan Pers Sungai Tarab

Pada akhirnya, masa depan anak-anak tidak boleh dipertaruhkan karena narkotika. Mereka berhak tumbuh, belajar, meraih prestasi, dan mengejar cita-cita tanpa dibayangi ancaman barang terlarang. Melalui keterlibatan SMPN 6 Padang di bawah kepemimpinan Noverilan, M.Pd., gerakan ANANDA BERSINAR mendapatkan dukungan dari lingkungan pendidikan yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan generasi penerus. Sebab, menyelamatkan satu anak berarti menjaga satu harapan keluarga, satu masa depan, dan satu bagian penting dari masa depan bangsa. Jangan tunggu anak-anak menjadi korban untuk mulai peduli. Bentengi mereka dengan ilmu, dampingi dengan kasih sayang, dan kuatkan keberanian mereka untuk mengatakan TIDAK terhadap narkotika.

Katim RMO Group | Wyndoee

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *