Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NEWS

“JANGAN KOTORI MARWAH MINANG DENGAN DEMO ANARKIS!” – IMBAUAN TEGAS LKAAM UNTUK MAHASISWA

825
×

“JANGAN KOTORI MARWAH MINANG DENGAN DEMO ANARKIS!” – IMBAUAN TEGAS LKAAM UNTUK MAHASISWA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Padang, Sumatera Barat | Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dengan tegas menyerukan kepada seluruh mahasiswa, khususnya yang berasal dari ranah Minang, untuk menghentikan segala bentuk aksi demonstrasi yang anarkis dan melanggar norma hukum. Imbauan keras ini disampaikan oleh Ketua Umum LKAAM, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati, menyusul insiden demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat pada hari Senin tanggal 21 April 2025 yang dinilai mencoreng citra luhur Minangkabau.

Dalam pernyataan resminya, Fauzi Bahar mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam dan  menyoroti tindakan sebagian mahasiswa yang dianggap telah keluar dari koridor etika dan budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat.

Example 300x600

“Marwah Minangkabau itu santun, beradat, dan mengedepankan diplomasi dalam menyelesaikan segala persoalan. Jangan sampai aksi-aksi yang tidak terkendali justru merusak citra yang telah dibangun oleh para pendahulu kita yakni jago dalam diplomasi” ujar Fauzi Bahar dengan nada prihatin di Padang, Kamis (24/4/2025).

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, LKAAM menawarkan diri untuk menjadi mediator yang menjembatani aspirasi mahasiswa dengan pihak kepolisian, pemerintah provinsi, maupun pihak terkait lainnya.

Fauzi Bahar menegaskan bahwa tradisi diplomasi dan musyawarah yang diwariskan oleh “Niniak Mamak” merupakan kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di Minangkabau.

“Minangkabau ini kaya dengan tradisi diplomasi. Kami mengajak para mahasiswa untuk kembali kepada nilai-nilai luhur ini. Sampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan bermartabat, bukan dengan aksi-aksi yang justru merugikan diri sendiri dan nama baik Minangkabau,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Fauzi Bahar menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan “anak kemenakan” Minangkabau dalam menyampaikan aspirasi. Ia berharap agar insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh mahasiswa untuk lebih mengedepankan cara-cara yang santun dan konstruktif dalam menyampaikan pendapat. LKAAM membuka pintu selebar-lebarnya bagi para mahasiswa yang ingin berdiskusi dan mencari solusi bersama terkait berbagai permasalahan yang ada.

Baca Juga:  KAI Salurkan Bantuan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar: Gerak Cepat BUMN Bantu Korban Banjir

Dengan imbauan tegas ini, LKAAM berharap para mahasiswa dapat memahami pentingnya menjaga marwah Minangkabau dan memilih jalur diplomasi serta musyawarah dalam menyampaikan aspirasi kepada pihak berwenang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *