KAB. SOLOK | Keresahan masyarakat Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, terkait dugaan maraknya distribusi solar subsidi ilegal untuk aktivitas tambang di kawasan Garabak Data kini sampai ke tangan Ketua LMR-RI Sumatera Barat, Sutan Hendy Alamsyah. Warga berharap lembaga sosial kontrol dan kemanusiaan tersebut dapat membantu membawa persoalan yang mereka alami hingga ke tingkat pusat.
Pengaduan masyarakat disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada awak media pada Senin (26/5/2026). Dalam curhatan itu, warga mengaku sudah lama merasa resah dengan aktivitas kendaraan bermuatan diduga solar subsidi yang disebut melintas hampir setiap malam melalui Nagari Batu Bajanjang menuju kawasan tambang.
“Kami warga kecil hanya ingin kampung kami aman dan nyaman lagi. Tolong bantu viralkan sampai ke pusat,” tulis salah seorang warga.
Menurut pengakuan masyarakat, kendaraan jenis Strada dan mobil pengangkut lainnya diduga hilir mudik membawa BBM subsidi menuju Garabak Data. Aktivitas tersebut disebut berlangsung pada malam hari dan dinilai sangat mengganggu ketenangan masyarakat Tigo Lurah Solok.
Warga mengaku tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi persoalan itu sendiri. Karena itulah mereka memilih mengadu kepada Ketua LMR-RI Sumbar, Sutan Hendy Alamsyah, dengan harapan ada pihak yang benar-benar mau memperjuangkan keresahan masyarakat kecil.
LMR-RI sendiri dikenal sebagai lembaga kemanusiaan dan sosial kontrol yang bergerak di bidang penegakan hukum dan hak asasi manusia. Lembaga yang telah diakui sejak tahun 1956 itu kini juga aktif memberikan bantuan, konsultasi, dan pendampingan hukum kepada masyarakat.
Dalam pengaduannya, warga Tigo Lurah Solok juga mempertanyakan efektivitas razia yang selama ini dilakukan. Sebab, menurut mereka, aktivitas distribusi BBM ilegal diduga tetap berlangsung meski isu operasi penertiban sudah beredar sebelumnya.
“Heran kami, sebelum razia minyak sudah banyak masuk dan disimpan. Pas razia malah sepi,” ungkap warga dalam pesan kepada media ini.
Kekecewaan masyarakat semakin bertambah karena muncul dugaan bahwa informasi terkait operasi penertiban telah bocor terlebih dahulu. Hal itu membuat warga menilai razia yang dilakukan selama ini belum benar-benar menyentuh akar persoalan.
Selain itu, masyarakat juga mulai merasakan dampak lingkungan akibat aktivitas kendaraan berat yang melintas hampir setiap malam. Jalan kampung disebut mulai rusak, sementara suasana nagari yang dahulu tenang kini berubah penuh kekhawatiran.
Warga Tigo Lurah Solok berharap Ketua LMR-RI Sumbar, Sutan Hendy Alamsyah, dapat menyampaikan suara mereka kepada pemerintah pusat serta aparat penegak hukum tingkat nasional agar ada tindakan nyata terhadap dugaan distribusi solar subsidi ilegal dan aktivitas tambang yang meresahkan masyarakat.
Dalam sejumlah pesan yang diterima media ini, warga juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat berseragam dalam aktivitas tersebut. Namun seluruh informasi itu masih berupa dugaan dan belum dapat dibuktikan secara hukum.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum turun langsung melihat kondisi di lapangan dan tidak hanya melakukan razia sesaat. Mereka menginginkan penanganan serius terhadap dugaan praktik ilegal yang dinilai merugikan negara sekaligus merusak lingkungan di kawasan Tigo Lurah Solok.
“Kami cuma ingin nagari kami tidak lagi dijadikan jalur minyak ilegal,” tulis warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian dan instansi terkait mengenai pengaduan masyarakat Tigo Lurah Solok terhadap dugaan distribusi solar subsidi ilegal untuk aktivitas tambang di kawasan Garabak Data.
Berita ini disusun berdasarkan pengaduan dan keluhan masyarakat yang diterima redaksi melalui pesan WhatsApp. Seluruh dugaan yang disebutkan dalam pemberitaan ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Rel LMR-RI



















