PADANG | Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali terlihat di kawasan Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Minggu (24/5/2026). Masyarakat yang tergabung dalam Team Garuda (TG) 08 DPD Kota Padang bersama warga setempat turun langsung melaksanakan gotong royong massal demi menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus mendukung program “Padang Rancak” yang digagas Wali Kota Padang.
Sejak pagi hari, suasana kekeluargaan begitu terasa di tengah lingkungan pemukiman warga. Berbagai unsur masyarakat mulai dari Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPM, Ketua RW, Ketua RT, hingga tokoh masyarakat tampak bahu membahu membersihkan lingkungan tanpa mengenal lelah. Semangat kebersamaan itu menjadi gambaran kuat bahwa budaya gotong royong masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat Teluk Bayur.
Kegiatan sosial tersebut difokuskan pada pembersihan saluran air, pemotongan rumput liar, penataan jalan lingkungan, hingga pembersihan lahan kosong yang sebelumnya telah dibebaskan oleh PT Pelindo II. Kawasan yang berada di wilayah strategis itu dinilai perlu dijaga kebersihan dan kerapihannya demi menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan tertata bagi masyarakat sekitar.
Tidak hanya sekadar aksi kebersihan biasa, gotong royong tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap program pembenahan Kota Padang yang saat ini terus digencarkan pemerintah daerah. Warga berharap wajah Teluk Bayur sebagai salah satu kawasan penting di Kota Padang dapat tampil lebih bersih, asri, dan tertib menjelang perayaan Idul Adha.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi selama kegiatan berlangsung. Kaum muda, orang tua, hingga tokoh masyarakat tampak kompak bekerja bersama menggunakan alat seadanya. Kekompakan itu mencerminkan tingginya rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.
Di balik semangat gotong royong tersebut, muncul pula sorotan tajam terhadap minimnya kontribusi pihak PT Pelindo II dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah sekitar operasional perusahaan. Team Garuda 08 DPD Sumbar menilai absennya keterlibatan perusahaan dalam kegiatan bersih lingkungan tersebut menjadi catatan serius yang perlu mendapat perhatian.
Sekretaris TG 08 DPD Sumbar, Edison, menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan ketidakhadiran unsur perusahaan dalam kegiatan gotong royong yang dilakukan di lahan bekas pembebasan milik PT Pelindo II tersebut. Menurutnya, perusahaan besar yang berada di kawasan Teluk Bayur semestinya memiliki kepedulian lebih terhadap kondisi lingkungan sosial masyarakat sekitar.
Ia menegaskan bahwa momen menjelang Hari Raya Idul Adha seharusnya menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial antara perusahaan dengan masyarakat. Namun kenyataan di lapangan justru memperlihatkan masyarakat bergerak sendiri tanpa adanya dukungan nyata dari pihak perusahaan.
Kritikan itu muncul bukan tanpa alasan. Warga menilai keberadaan perusahaan besar di kawasan pelabuhan semestinya mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar, baik melalui keterlibatan sosial maupun dukungan terhadap kegiatan masyarakat. Terlebih, kawasan tersebut menjadi salah satu wajah penting Kota Padang yang setiap hari ramai dilalui masyarakat.
Meski demikian, absennya dukungan korporasi tidak membuat semangat warga menjadi surut. Masyarakat Teluk Bayur tetap menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga lingkungan mereka agar tetap bersih dan nyaman menjelang hari besar keagamaan. Kebersamaan yang terbangun dalam gotong royong itu justru semakin mempererat hubungan sosial antarwarga.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan masyarakat masih menjadi modal utama dalam membangun lingkungan yang sehat dan tertata. Tanpa menunggu bantuan pihak lain, warga memilih bergerak bersama demi kepentingan bersama dan demi kemajuan daerah mereka sendiri.
Program “Padang Rancak” yang diusung Pemerintah Kota Padang pun dinilai mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali peduli terhadap lingkungan sekitar. Gerakan kebersihan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat terus dilakukan secara rutin di setiap wilayah Kota Padang.
Warga berharap seluruh pihak, termasuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di kawasan Teluk Bayur, dapat lebih aktif membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Bentuk kepedulian sosial dinilai penting untuk menciptakan sinergi yang sehat antara dunia usaha dan lingkungan masyarakat.
Selain menjadi ajang membersihkan lingkungan, kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi simbol kuat bahwa budaya kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Minangkabau. Nilai-nilai saling membantu dan bekerja bersama tetap hidup di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Sekretaris TG 08 DPD Sumbar Edison menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan terus mendukung program pembangunan Kota Padang yang lebih bersih, tertata, dan nyaman. Ia berharap seluruh elemen, termasuk pihak perusahaan, dapat ikut bergerak bersama demi kepentingan masyarakat luas.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Teluk Bayur menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak hanya lahir dari kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Dengan kebersamaan itu, masyarakat optimistis kawasan Teluk Bayur dapat tampil lebih baik dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Padang yang semakin rancak dan maju.
Kekuatan masyarakat terletak pada persatuan dan kepedulian sosial. Gotong royong warga Teluk Bayur menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan dan masa depan daerah.
TIM



















