SUMBAR | Suasana Auditorium Gubernuran Sumatera Barat terasa khidmat ketika Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melantik Andree Harmadi Algamar sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Kamis (12/2/2026). Momentum ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi sinyal kuat konsolidasi birokrasi di bawah kepemimpinan Mahyeldi.oBagi Mahyeldi, pelantikan bukan hanya urusan administratif. Ia menjadikannya sebagai panggung penegasan komitmen: jabatan adalah amanah, bukan privilese. Di hadapan puluhan pejabat dan kepala sekolah yang turut dilantik, ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjalankan tugas.
Nama Andree Harmadi Algamar kini berada di posisi strategis yang kerap tak terlihat, namun menentukan. Biro Umum adalah jantung operasional pemerintahan daerah—mengawal administrasi, memastikan dukungan teknis pimpinan, hingga menjamin seluruh agenda berjalan presisi.
Mahyeldi secara khusus menaruh perhatian pada posisi tersebut. Ia menyadari bahwa kebijakan besar sering kali ditentukan oleh detail kecil di belakang layar. Ketika administrasi rapi dan koordinasi solid, keputusan publik dapat dieksekusi dengan cepat dan tepat.
“Setiap jabatan akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas Mahyeldi dalam sambutannya. Kalimat itu bukan sekadar formalitas, melainkan pesan langsung kepada Andree dan seluruh pejabat yang dilantik agar bekerja dengan integritas penuh.
Mahyeldi memastikan, pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme sistem merit. Rekam jejak, kompetensi, dan kebutuhan organisasi menjadi dasar utama. Penunjukan Andree, menurutnya, adalah bagian dari upaya menempatkan figur yang tepat di ruang yang tepat.
Bagi Andree, amanah ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Biro Umum sering disebut sebagai “motor senyap” pemerintahan—tidak selalu tampil di depan, namun menentukan ritme dan kelancaran seluruh sistem. Ketertiban surat-menyurat, pengelolaan aset, hingga pelayanan pimpinan bertumpu pada ketepatan biro ini.
Mahyeldi menekankan bahwa loyalitas harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan. Integritas, katanya, adalah fondasi birokrasi yang sehat. Tanpa itu, sistem sekuat apa pun akan mudah goyah.
Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan pengambilan sumpah 65 kepala SMA di lingkungan Pemprov Sumbar. Mahyeldi memanfaatkan momentum ini untuk menghubungkan dua pilar penting: birokrasi dan pendidikan.
Ia menyebut pendidikan sebagai investasi jangka panjang daerah. Sekolah bukan hanya tempat mengejar angka akademik, tetapi ruang pembentukan karakter generasi penerus. Karena itu, kepala sekolah diminta memperkuat literasi, numerasi, serta nilai akhlak dan budaya.
Di hadapan para kepala sekolah, Mahyeldi kembali menegaskan bahwa kepemimpinan adalah soal keteladanan. Kepala sekolah dan pejabat struktural memiliki tanggung jawab yang sama: memastikan pelayanan publik berjalan efektif dan berintegritas.
Pelantikan Andree menjadi simbol fase baru penguatan tata kelola pemerintahan Sumbar. Mahyeldi ingin memastikan roda birokrasi bergerak selaras dengan visi pembangunan yang berkelanjutan dan berkarakter.
Kini, sorotan publik tertuju pada bagaimana Andree Harmadi Algamar mengawal Biro Umum agar semakin profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pimpinan serta masyarakat. Di bawah kepemimpinan Mahyeldi, langkah ini menjadi bagian dari strategi besar memperkuat fondasi pemerintahan Sumatera Barat dari dalam.
HT



















