Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NEWS

DARI PUING, LUMPUR HINGGA AKSES TERPUTUS, 618 PRAJURIT TNI BERGERAK CEPAT TANGANI GALODO KABUPATEN SOLOK

29
×

DARI PUING, LUMPUR HINGGA AKSES TERPUTUS, 618 PRAJURIT TNI BERGERAK CEPAT TANGANI GALODO KABUPATEN SOLOK

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KABUPATEN SOLOK | Bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang wilayah Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyisakan pekerjaan besar bagi masyarakat dan seluruh unsur penanganan. Di tengah kondisi tersebut, 618 prajurit TNI dikerahkan untuk memperkuat respons darurat, membantu warga terdampak, membersihkan material bencana serta mempercepat pemulihan kawasan yang porak-poranda.

Jumlah personel yang mencapai ratusan prajurit menunjukkan besarnya kebutuhan tenaga di lapangan. Mereka tidak hanya ditempatkan untuk bersiaga, tetapi langsung bergerak ke kawasan terdampak untuk menghadapi material lumpur, batu, pasir, kayu dan berbagai material bawaan arus yang menutup lingkungan masyarakat.

Example 300x600

Gerakan cepat itu menjadi penting karena setelah air bah surut, persoalan belum selesai. Justru pekerjaan berat dimulai ketika masyarakat harus kembali membersihkan rumah, membuka jalan, mengamankan lingkungan dan memenuhi kebutuhan dasar setelah wilayah mereka dihantam galodo.

Prajurit TNI diterjunkan untuk membantu pembersihan material dan pembukaan akses yang terganggu. Dengan kekuatan personel yang besar, pekerjaan yang membutuhkan tenaga secara masif dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi bersama unsur pemerintah daerah dan tim gabungan di lokasi bencana.

Di tengah aktivitas tersebut, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada turun langsung melihat kondisi Arosuka. Kehadiran Pangdam di lokasi bukan sekadar peninjauan, tetapi menjadi bagian dari pengawasan terhadap pengerahan kekuatan TNI agar benar-benar diarahkan kepada kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Pangdam didampingi Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno meninjau kawasan terdampak, termasuk lingkungan permukiman dan kawasan pemerintahan Kabupaten Solok. Kondisi lapangan dilihat secara langsung untuk mengetahui titik-titik yang membutuhkan penanganan segera dan dukungan tambahan.

Di tingkat kewilayahan, Dandim 0309/Solok bersama jajaran ikut mengawal pergerakan personel. Prajurit diarahkan menuju titik yang membutuhkan penanganan, sementara koordinasi dengan unsur terkait terus dilakukan agar pekerjaan tidak berjalan sendiri-sendiri dan kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Ketua Umum LPKNI Angkat Suara Soal Kasus Nasabah BPR Universal Santosa

Bagi warga, kehadiran ratusan prajurit menjadi tenaga tambahan ketika pekerjaan pembersihan menghadapi material yang tidak ringan. Lumpur yang mengeras, batu besar, kayu serta material lain harus disingkirkan sedikit demi sedikit agar lingkungan kembali dapat digunakan dan akses masyarakat berangsur terbuka.

Penanganan juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih, dukungan dapur umum, layanan kesehatan, posko serta kebutuhan warga selama masa tanggap darurat menjadi bagian yang harus dipastikan berjalan seiring dengan pekerjaan fisik membersihkan wilayah terdampak.

Respons tersebut sekaligus diarahkan untuk memasuki tahap berikutnya, yakni pemulihan. Setelah material dibersihkan dan akses mulai terbuka, kebutuhan rehabilitasi fasilitas, pemulihan lingkungan serta rekonstruksi kawasan terdampak menjadi pekerjaan lanjutan yang membutuhkan koordinasi lintas unsur.

Sebanyak 618 prajurit TNI kini menjadi bagian dari kekuatan penanganan di tengah situasi pascagalodo Arosuka. Dari tingkat Pangdam XX/TIB, Danrem 032/Wirabraja, Dandim 0309/Solok hingga prajurit yang berada langsung di lapangan, seluruh pengerahan diarahkan untuk satu kebutuhan utama: mempercepat penanganan bencana dan membantu masyarakat Kabupaten Solok bangkit dari dampak galodo.

Di tengah lumpur, puing, batu dan sisa material yang masih terlihat di sejumlah titik, pekerjaan kemanusiaan terus berlangsung. Prajurit TNI berada di lokasi, bekerja bersama unsur terkait dan masyarakat, membersihkan dampak bencana sekaligus membuka jalan menuju pemulihan Arosuka. Respons cepat ini menjadi bagian dari upaya agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap setelah diterjang galodo.

Katim RMO Group | Wyndoee

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *